Pembayaran Bulan September 2010 Rp.1.058.262,00

Pendapatan bulan sepetember sebesar Rp.1.058.262,00 Pendapatan ini menurun jauh dibandingkan bulan agustus dikarenakan ada beberapa PTC yang libur beberapa hari pada saat hari raya Idul Fitri yang mengakibatkan refferal banyak yang kurang aktif dalam melakukan klik iklan setelah PTC tersebut kembali beroperasi. Tetapi berapapun hasilnya saya tetap bersyukur karena masih bisa mendapat bayaran dari hasil bisnis ini. Berikut rincian pendapatan bulan september:

Klikajadeh : Rp 649.300,00
Dbclix : Rp 350.730,00
Duitbux : Rp 58.232,00

Total : Rp 1.058.262,00

Berikut adalah screenshoot bukti pembayarannya:

Klikajadeh


Dbclix



Duitbux


Hanya dengan menyisihkan waktu 30 menit setiap harinya untuk bermain PTC anda juga bisa seperti saya..
Bagi anda yang belum mengerti apa itu PTC silahkan baca ini dan jangan lupa daftar sekarang juga.
0 comments

Monopoli Carrefour

Sejarah Carrefour

Carrefour ialah sebuah kelompok supermarket internasional yang berkantor pusat di Perancis. Carrefour adalah kelompok ritel terbesar di eropa dan kedua terbesar setelah Wal-Mart. Sampai saat ini mayoritas sahamnya masih dikendalikan oleh Jose Luis Duran sekeluarga.

Gerai Carrefour pertama dibuka pada 3 Juni, 1957, di Annecy di dekat sebuah persimpangan (carrefour, dalam Bahasa Perancis). Kelompok ini didirikan oleh Marcel Fournier dan Louis Deforey. Hingga kini, gerai pertama ini adalah gerai Carrefour terkecil di dunia. tidak seperti carrefour lainnya yang karyawannya menggunakan sepatu roda untuk menjelajahi luasnya gerai tersebut.

Kelompok Carrefour memperkenalkan konsep hypermarket untuk pertama kalinya, sebuah supermarket besar yang mengombinasikan department store ("toko serba ada"). Mereka membuka hypermarket pertamanya pada 1962 di Sainte-Geneviève-des-Bois, dekat Paris, Perancis. dan sekarang total gerainya sekitar 15.000 dengan karyawan sekitar 700.000 di seluruh dunia.

Gerai Carrefour di Indonesia dibuka pada bulan Oktober 1998 dengan membuka unit pertama di Cempaka Putih, Jakarta. Di Indonesia, Carrefour memiliki 41 gerai di sepuluh kota, yaitu Bandung, Bekasi, Bogor, Denpasar, Jakarta, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.

Perusahaan Carrefour diciptakan pada tahun 1959. Pada tahun 1963, Carrefour menciptakan konsep toko baru: The Hypermarket. Perusahaan telah membuka hypermarket di negara yang berbeda sepanjang sejarahnya.
Saat ini, Carrefour adalah kelompok ritel terbesar di Eropa dan terbesar kedua di dunia.

Misi dari Carrefour adalah "untuk memuaskan setiap harapan pelanggan dengan profesionalisme dan untuk menawarkan harga terbaik untuk produk-produk berkualitas tinggi dan layanan."

Statistik:
- Carrefour memegang aset sebesar $ 51.43 miliar.
- Carrefour mendapat keuntungan sebesar $ 1.88 miliar di tahun 2006.
- Carrefour beroperasi di 29 negara dan wilayah.
- Carrefour memiliki 440.479 karyawan.

Struktur organisasi meliputi:
- Board of Management
- Group Management Committee
- Departemen Operasional
- Departemen fungsional

Peringkat internasional:
- Carrefour peringkat 119 di dunia menurut versi Majalah Forbes.
- Carrefour peringkat 25 dalam daftar Fortune Global 500.


Latar belakang masalah

Lembaga pemberdayaan masyarakat Partisipasi Indonesia (PI) mendatangi Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) sebagai tindak lanjut hasil temuan mereka di lapangan. PI menduga ada pelanggaran monopoli usaha ritel yang telah dilakukan oleh PT Carrefour Indonesia dalam mengakuisisi Alfa Retalindo Tbk karena melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha.

Managing Director PI Arie Ariyanto menuntut KPPU segera melakukan pembatalan akuisisi Alfa oleh perusahaan asal Perancis tersebut. "Karena akuisisi tersebut akan menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat, PI mendesak KPPU untuk segera melakukan investigasi dan pengusutan terhadap PT Carrefour Indonesia," kata Managing Director PI Arie Ariyanto saat ditemui setelah melapor ke KPPU di Jakarta, Rabu (10/9).

Selain itu mereka juga mendesak dilakukannya amandemen terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dan mendorong percepatan dikeluarkannya peraturan pemerintah yang mengatur pemberlakuan pre-notification sebelum merger dan akuisisi dilakukan. "Di samping itu kami juga mendesak pemerintah untuk segera merumuskan hukum tentang equal playing field dalam bisnis ritel, khususnya yang membahas tentang trading term," ujarnya.

Menanggapi laporan PI, pihak KPPU yang diwakili Kepala Subbidang Pelaporan Gouvera Setyabudi mengatakan, KPPU akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan investigasi di lapangan. "Kita tunggu saja hasil penelitian dan investigasi dari KPPU, paling lama tiga bulan ke depan baru bisa kita simpulkan setelah pengamatan selesai dilaksanakan," ujar Setyabudi.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan bahwa PT Carrefour Indonesia melanggar UU No 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Akibatnya, peritel asal Prancis tersebut harus melepaskan kepemilikannya di PT Alfa Retailindo Tbk ke pihak yang tidak terafiliasi dalam jangka waktu setahun setelah keputusan ditetapkan.

KPPU juga memerintahkan Carrefour membayar denda sebesar 25 miliar rupiah. Carrefour diduga melanggar Pasal 17 dan 25 UU No 5/1999.

Pasal 17 berisi tentang pelarangan menguasai alat produksi dan penguasaan barang yang bisa memicu terjadinya praktik monopoli. Sedangkan Pasal 25 Ayat 1 berisi tentang posisi dominan dalam menetapkan syarat-syarat perdagangan.

KPPU juga menuntut Carrefour dengan Pasal 20 dan 28, tetapi dalam putusan perkara pada akhirnya gugur. Pasal 20 tentang larangan predatory pricing atau menjual rugi dan Pasal 28 tentang larangan melakukan penggabungan atau peleburan badan usaha yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.

Carrefour, setahun lalu, mengakuisisi Alfa mencapai 674 miliar rupiah. "Aksi korporasi yang dilakukan oleh Carrefour tersebut menjadi pemicu terjadinya monopoli di pasar upstream. Itulah yang menjadi alasan utama kenapa Carrefour harus melepas Alfa," ungkap Ketua Majelis Komisi kasus Carrefour Dedie S Martadisastra di Jakarta, Selasa (3/11).

Dedie mengungkapkan berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh selama proses pemeriksaan, pangsa pasar Carrefour meningkat menjadi 57,99 persen (2008) pasca-akuisisi Alfa yang sebelumnya 46,3 persen (2007) pada pasar upstream sehingga secara hukum memenuhi kualifikasi menguasai pasar dan posisi dominan.

Pasca-akuisisi Alfa, potongan trading terms kepada pemasok Alfa meningkat dalam kisaran sebesar 13 hingga 20 persen. Selain itu, ditemukan bukti bahwa pemasok Alfa dipaksa untuk memasok Carrefour pasca-akuisisi.

Dedie mengungkapkan sebenarnya dari hasil penyelidikan ditemukan secara kuat Carrefour melanggar Pasal 28, tetapi karena belum adanya peraturan pemerintah (PP) terkait pasal tersebut, maka KPPU menganggap unsur memenuhi Pasal 28 tidak dapat terpenuhi.

"KPPU memiliki Peraturan Komisi (Perkom) terkait Pasal 28, tetapi itu lemah di sisi hukum. Karena itu, kita meminta segera menerbitkan PP terkait pasal tersebut agar ada kepastian hukum," jelasnya.

Carrefour bukan kali pertama tersandung kasus monopoli. Pada Agustus 2005, KPPU memvonis Carrefour bersalah karena melanggar Pasal 19 dengan denda 1,5 miliar rupiah. Carrefour juga diminta untuk menghentikan kebijakan minus margin dalam syarat-syarat perdagangan (trading terms) terhadap pemasok barang.

DSS Menurut pandangan penulis

Saat ini pemasok lokal dan pasar tradisional posisinya semakin terjepit akibat semakin kuatnya posisi daya tawar peritel. Jika terus dibiarkan seperti itu, kematian tinggal menunggu waktu.

regulator perdagangan harus bertindak terkait penetapan harga sewa. Jika pihak Carrefour yang menentukan, tentunya harga menjadi tak keruan. Seharusnya regulator yang menetapkan harga sewa.

Masalah kisruh bisnis hypermarket ini harus dikembalikan pada peraturan Gubernur yang menetapkan lokasi pendirian pusat perbelanjaan.
5 comments

 
 

WhatsUp / Hp : 085718439607

Template by bisnisbos