Profil Anne Ahira (Internet Marketer Kelas Dunia)


Anne Ahira : Dari Cleaning Service Hingga Jadi Jutawan

Berbicara tentang internet mar­keting indonesia saat ini, orang akan langsung ter­tuju kepada Anne Ahira. Seorang gadis desa kelahiran Banjaran Kabupaten Bandung 31 tahun silam. Hira, begitu biasa dipanggil, telah menjadi pusat pembicaraan di dunia internet marketing indonesia. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara di dunia. Dan itu wajar saja, sebab gadis tomboi ini tergolong fenomenal. Mengapa tidak. Di usianya yang masih hijau, "sekitar 24 tahun waktu itu" ia telah berpre­dikat sebagai salah satu internet marketer berkelas dunia. Bahkan beberapa julukan telah disandangkan kepadanya. Sebut saja misal­nya The Asian Brain dan “12 World’s Super Affiliate”.

Bermodal Keuletan
Uniknya, ia belajar internet marketing secara otodidak. Modalnya hanyalah kemampuan bahasa Inggris yang lumayan dan keuletan. Di warnet, Hira mengaku cukup membu­at repot pemiliknya atau pengguna wamet di dekatnya. Sebab, sedikit-sedikit ber­tanya. Maklum, waktu itu ia sama sekali baru dalam hal intemet. Untuk menjadi seperti sekarang, memang butuh uang. Untuk yang satu ini, ia gunakan penghasilannya dari beker­ja macam-macam. Mulai dari men­gajar bahasa Inggris, les privat dan ngajar menggambar. Menurut pengakuannya, ia juga menjual buku cerita untuk anak dan bahkan pernah berprofesi sebagai cleaning service.

Kisah Sukses Gadis Pemimpi
“Dulu, waktu masih kecil saya sering disuruh mama untuk jualan pisang. Dan ia selalu bilang, kalau saya tidak jualan pisang, tidak akan bisa melanjutkan sekolah. Apalagi bapak hanya seorang pegawai tekstil biasa. Waktu itu mungkin karena masih kecil, ya cuek saja. Tapi tetap saja secara psikologis, batin saya menangis”, ungkap Anne Ahira.
Ahira melanjutkan ceritanya. Untung saya dekat dengan kakek yang selalu menghibur saya. Pernah ia bilang ke saya, kalau punya keinginan langsung saja di­sampaikan ke Tuhan. Terus dia nyuruh saya untuk menatap langit dan mengutarakan keinginan saya. Anehnya saya juga menurutinya. Biasanya sambil tidur-tiduran di sawah beralas jerami, dan menunggu itik bertelur.
Ya Tuhan saya mau jadi apa dalam 10-15 tahun ke depan. Saya tidak mau jualan pisang seperti ini. Saya tidak mau jualan terus es seperti sekarang ini. Capek sekali jalan terus. Saya mau peker­jaan yang bisa diam di rumah sama kelu­arga tapi juga kalau bisa menghasilkan. Dan, setiap keinginan yang muncul dalam benak saya selalu ditulis. Dan setiap saya sampaikan ke mama saya, selalu saja dianggap terlalu banyak bermimpi. Apalagi kondisi keluarga saya yang serba pas-pasan. Saya masih ingat betul saya pernah menulis keinginan saya untuk kelilig dunia. Dan catatan itu saya baca mulai dari SMA, kuliah hingga pada saat be­kerja.
Dan mungkin juga karena visualisasi seperti itu, saya jadi memotivasi diri terus-menerus. Dan mungkin dengan proses dan cita-cita seperti itu, ya diberi jalan oleh Tuhan. Rejekinya datang dari mana-mana. Dan seorang anak tukang gado-­gado akhirnya bisa melakukan perjalanan keliling dunia.

Bekerja Sendiri dan Punya Ladang Sendiri
Pada tanggal 21 April 2005 lalu, pemerintah Indonesia meng­anugerahkan penghargaan Kartini kepada Anne Ahira. Acara penganugerahannya di lakukan di kawasan Ancol Jakarta Utara. Penghargaan tersebut dianugerahkan ke­padanya atas prestasi dan jasanya dalam mengem­bangkan profesi internet marketing di Indonesia bahkan di tingkat internasional.
Di tempat yang sama, di penginapannya Hotel Mercure kawasan Ancol Jakarta, ia meluangkan waktunya untuk menerima wartawan MODAL Abdul Nasir untuk wawancara khusus mengenai profesi internet marketing. Berikut petikannya.

Anda sudah terkenal sebagai internet marketer berkelas dunia, bisa anda jelaskan tentang profesi tersebut?
Internet marketing untuk masyarakat Indonesia memang masih relatif baru. Tetapi saya yakin banyak orang Indonesia yang menekuni profesi ini. Dan bahkan sebelum saya terjun ke profesi ini. Tapi umumnya target pasarnya hanya bersifat lokal. Dan, di dunia intemet itu sama dengan di dunia riil. Sama dengan di off line. Ada komunitas-komunitas di dalamnya. Ada yang berprofe­si sebagai guru, pedagang, dokter, journalis. Nah, di internet mar­keting juga begitu. Di dalamnya ada kumpulan orang-orang yang suka chating, ada yang suka musik, juga ada penjual seperti saya.

Di dalam profesi internet marketing itu banyak macamnya. Ada yang namanya reseller, affiliate atau network marketing. Bisa dijelaskan lebih detail?
Yang saya jalankan selama ini adalah afiliate marketing dan network marketing. Pada dasamya keduanya sama, yaitu menjual. Hanya, dalam sistem pembayaran, keduanya berbeda. Pada afiliate marketing, sekali jual, putus. Misalnya saya mau menjual majalah. Dari MODAL saya dikasih harga Rp 13.000. Kemudian saya jual dengan harga Rp 15.000. Berarti saya dapat untung sebesar Rp 2.000. Kalau saya ingin punya penghasilan Rp 200.000, saya harus menjual sebanyak 100 majalah. Jadi begitu, sekali jual putus.
Demikian pula dengan menjual produk lain. Apa saja, yang penting modelnya seperti itu, kalau di internet itu namanya afiliate marketing. Yang seperti ini biasa juga disebut sebagai reseller, atau associated program.

Di afiliate sendiri apa hanya seperti itu, atau mungkin ada banyak macamnya?
Oh iya, untuk afiliate marketing itu juga ada banyak model. Contohnya A jualan hosting, lalu saya ikut menjualkan hostingnya A. Katakanlah tiap bulannya harganya US$ 10, dan saya dapat komisi US$ 2. Setelah ada misalnya B, membeli hostingnya A lewat saya, maka B tadi membayar ke A US$ 8 dan ke saya US$ 2. Nah, selama B itu berlangganan hosting dan tiap bulannya membayar US$ 10, sela­ma itu pula saya mendapatkan US$ 2. Dan dalam afiliate market­ing, itu dinamakan pay per sale. Selain itu ada juga yang namanya pay per click dan pay per lead.

Kalau pay per click atau pay per lead itu seperti apa?
Pay per click, misalnya si Google menerima iklan. Dan untuk memasang iklan di google orang harus bayar. Misalnya MODAL memasang iklan di Google. Lalu, saya punya website, dan saya meminta agar iklan yang telah dipasang di google juga dipasang di website saya. Dan ternyata ada yang klik website saya, dan muncul iklan majalah MODAL yang sama dengan di Google. Maka de­ngan sendirinya saya akan mendapatkan komisi dari google. Begitu seterusnya. Setiap orang klik di website saya akan selalu mendapatkan komisi. Entah itu mereka beli atau sekedar ngeklik.
Sedangkan pay per lead, misalnya saya pernah punya klien di Inggris. Dia mau menjual kuda. Tapi target marketnya bukan diseluruh dunia, tetapi hanya di negara bagian tertentu di AS. Katakanlah di Texas. Saya diminta untuk mencari klien yang mau membeli kuda. Lalu saya pasang iklan di internet khusus untuk pasar di Texas. Sekalipun posisi saya berada di Indonesia, saya bisa menjual kuda di Texas. Dan seo­rang internet marketer tentu tahu bagaimana strateginya. Nilainya tergantung negosiasi dengan pemilik kuda. Misalkan si pemilik meminta untuk dicarikan sekitar 50 klien dan dibayar sebesar US$ 1000. Berarti per klien saya dibayar US$ 20. Jadi setiap klien, mau beli atau tidak saya dibayar US 20 perklien tersebut.

Lalu apakah ada aturan-aturan standar dalam menjalankan bisnis ini?
Di dalam bisnis ini, ada yang namanya kode etik afiliate. Misalnya ada yang nanya ke saya tentang apa yang saya jual. Saya tidak akan bilang, oh saya lagi menjual produk A, B, C dan sebagainya. Karena di afiliate marketing itu, saya bekerja sendiri dan saya punya ladang sendiri. Dan kalau yang betul-betul spesifik, dan sedang saya kerjakan itu tidak akan saya publikasikan, misalnya dimuat di majalah anda. Karena itu akan merusak target market yang sementara saya bidik.

Apa sama sekali tidak boleh diberikan con­toh beberapa produk yang dijual?
Karena anda minta, boleh lah saya akan kasih dua, yang pernah dilakukan sebagai afiliate marketer. Misalnya saya jualan keripik di internet. Sebelumnya saya mesti riset di pasar dulu. Apa sih yang sebenarnya lagi dibutuhkan oleh pasar. Ternyata, untuk keripik tadi, banyak yang cari, tapi tidak ada yang menjualnya di internet. Saya punya datanya tentang siapa saja yang mencari dan berapa jumlahnya dalam sebulan. Saya juga punya datanya yang memproduksi keripik tadi. Wah, yang begitu-begitu yang bisa membuat internet marketer kaya mendadak. Karena tidak ada saingannya.

Bisa Anda berikan contoh yang lainnya?
Untuk contoh lainnya seperti yang dilakukan oleh teman saya. Dia sudah me­nemukan pasar ceruk. Sangat spesifik, dan banyak yang mencarinya tapi tidak ada yang menjualnya. Ternyata di internet banyak orang yang mencari informasi bagaimana cara agar burung kakak tua bisa cepat berbicara. Dia bilang, gila! banyak sekali yang butuh informasi tersebut, tapi tidak ada yang jualan. Sementara dia sendiri tidak tahu bagaimana caranya, bahkan lihat burungnya saja belum.
Akhirnya dia melakukan riset. Dia menemukan beberapa orang yang ahli burung kakak tua. Lalu diinterview sama dia, lalu dicompile dan akhirnya dia dapat formu­lanya. Lalu formula tadi dijual lewat internet. Dalam satu bulan, dia mendapatkan US$ 20,000.
Ada lagi, misalnya, guru saya, menemukan produk yang hanya laku dijual pada bulan November atau Desember. Kepikiran nggak, kira-kira barangnya apa. Menurutnya, dalam dua bulan itu, hanya dengan menjual barang tersebut, dia bisa menghasilkan miliaran rupiah. Saya ter­kadang nanya apa sih yang anda jual. Dia, malah balik bertanya, apa kamu tidak tahu tentang kode etik afliate marketer?

Yang Anda jelaskan tadi tentang afiliate marketing. Lalu bagaimana dengan network marketing?
Ah ini perlu juga dijelaskan lebih detail. Karena sekarang ini justru oleh sebagian kalangan menganggapnya sebagai sesuatu yang kontroversial. Saya sendiri hanya menanggapinya dengan tersenyum. Dan itu wajar saja. Kenapa? Karena saya jarang bicara yang afiliate. Akhirnya saya identik dengan MLM. Kalau yang saya lakukan melalui network marketing memang MLM. Tetapi berbeda dengan yang dilakukan MLM online lainnya yang hanya terfokus untuk mencari anggota. Selain menjual produk MLM dari FFSI, saya juga memberikan pan­duan agar bisa menjual secara lebih efektif. Dan itulah namanya strategi marketing. Selain itu, saya juga berikan strategi market­ing yang up to date, saya juga berikan website. Tapi, website yang dari saya, itu akan berjalan kalau menggunakan autoresponder. Autorespondennya itu harus awaber, dan awabernya itu harus beli sama saya. Memang, saya telah menciptakan sebuah komunitas yang memiliki ketergantungan kepada saya. Tetapi saya juga berkomitmen untuk mem­berikan sesuatu di atas harga yang mereka bayar untuk autorespondernya itu. Dan apa yang saya lakukan adalah sesuatu yang unik, karena dalam tempo setahun banyak sekali yang bergabung dengan saya. Dan itu pula yang membuat tahun 2004 lalu saya dino­batkan sebagai salah satu dari 12 super afiliate di dunia.

Anda mengatakan bahwa apa yang dilakukan adalah unik, bisa dijelaskan lebih detail?
Uniknya begini. Saya itu buat konsep pen­jualan produk MLM dengan menggunakan strategi pemasaran yang sering diterapkan di dalam afiliate marketing. Artinya saya meng­gabungkan kedua hal tersebut. Dan umum­nya komunitas afiliate jarang yang mau gabung dengan komunitas MLM. Kalau saya justru lain, menggabungkan keduanya. Dan model yang saya ciptakan ini sepertinya sesuatu yang baru dalam dunia internet marketing.




Related Post

0 comments:

Post a Comment


 
 

WhatsUp / Hp : 085718439607

Template by bisnisbos