Penggunaan Teknologi Web-Based Pada Toko Buku Gramedia


Sejarah Singkat
Gramedia merupakan satu-satunya jaringan toko buku terbesar di Indonesia yang menyediakan beragam koleksi buku bermutu. Jaringan toko buku Gramedia dapat kita temukan hampir di seluruh kota besar di Indonesia. Toko buku Gramedia dapat kita temukan juga di negara tetangga, Malaysia. Jakarta adalah kota yang memiliki toko terbanyak dibanding kota besar lainnya di Indonesia. Bahkan, di Jakarta terdapat satu toko buku yang sangat eksklusif dibanding seluruh toko buku Gramedia yang ada, terletak di salah satu pusat perbelanjaan terbaru di seputaran bundaran HI.
Toko buku Gramedia didirikan pada 02 Februari 1970 oleh P.K. Ojong, dengan misi Ikut serta dalam upaya mencerdaskan bangsa dengan menyebarluaskan pengetahuan plus informasi melalui berbagai sarana usaha ritel dan distribusi buku, alat sekolah dan kantor serta produk multimedia, ditandai dengan pelayanan unggul, manajemen proaktif dan perilaku bisnis yang sehat. Berawal dari sebuah toko berukuran 25 meter persegi di suatu daerah di kawasan Jakarta barat. Saat ini, Gramedia memiliki 99 toko buku yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia. Selain koleksi buku yang beragam, toko buku Gramedia menyediakan peralatan tulis dan kantor juga peralatan olahraga.
Buku-buku dari seluruh penerbit terkemuka telah menjadi koleksi utama toko buku Gramedia, terutama penerbit yang berasal dari kelompok perusahaan sama, yaitu Gramedia Pustaka Utama, Grasindo, Elex Media Komputindo, Gramedia Widya Sarana, Bhuana Ilmu Populer dan Gramedia Majalah. Penerbit-penerbit luar negeri juga telah mengisi koleksi toko buku Gramedia, misalnya Prentice Hall, McGraw Hill dan Addison Wesley.

Koleksi Buku Gramedia
Beragam koleksi buku terdapat di toko buku Gramedia, mulai buku dengan tema hobi, lifestyle atau humor hingga jenis buku dengan tema filsafa, keagamaan atau politik. Semua jenis buku fiksi dan nonfiksi dapat kita temui dengan mudah. Buku-buku disusun pada rak yang mudah dicari karena setiap rak diberi judul tema yang sesuai. Kalaupun kesulitan mencari jenis buku yang kita cari, layanan informasi akan siap sedia memberikan bantuan. Kita akan ditunjukkan dimana harus mencari jenis buku yang dicari.
Berada didalam toko buku Gramedia, kita betah untuk mencari ragam buku yang  akan menambah koleksi buku pribadi. Selain itu, kita akan betah berlama-lama sekedar membaca sepintas tiap jenis buku yang memang khusus untuk dibaca pengunjung. Pihak toko buku Gramedia pun akan dengan senang hati melepas plastik pembungkus buku tertentu jika kita sekedar ingin tahu atau membaca sepintas isinya dan kebetulan tidak terdapat contoh buku yang bersangkutan.
Penggunaan Web Base
Dengan adanya internet, semua bisa anda lakukan. Anda bisa mendapatkan informasi yang up to date, bisa mencari lowongan pekerjaan, bisa bertukar kabar lewat e-mail, bisa menambah teman lewat situs pertemanan atau jejaring. Yang pasti, anda juga bisa jualan lewat internet.
Untuk itulah, toko buku Gramedia membuat situs khusus di internet. Situs mereka www.gramediaonline.com, dapat dikunjungi kapanpun, dimanapun dan oleh siapa pun. Pada situs tersebut, kita dapat langsung mengakses beragam jenis buku sesuai kategori tema ataupun segmentasinya, juga buku-buku yang laris di pasaran (Best Seller). Situs toko buku Gramedia Online dibuat untuk memudahkan pembaca yang tidak memiliki waktu luang yang cukup untuk mengunjungi toko buku. Melalui situs Gramedia Online, para pembaca juga bisa membeli buku-buku kesayangan mereka. Caranya cukup mudah. Hanya dengan mengklik konten buku yang akan anda beli, admin Gramedia Online akan langsung memproses pesanan anda. Kemudian, tunggulah buku tersebut akan dikirimkan langsung ke alamat rumah anda.
Situs Gramedia Online tidak hanya menjual buku-buku saja. Akan tetapi, semua yang ada di toko buku Gramedia tersedia dalam Gramedia Online. Diantaranya peralatan kantor, alat tulis sekolah, alat olahraga, peralatan musik, sampai alat-alat elektronik juga tersedia dalam situs Gramedia Online tersebut. Bagi anda yang hobi mendengarkan lagu dan menonton film, apakah juga bisa mendapatkan lagu dan film disana? Ya, anda tak perlu khawatir jika ingin mencari lagu-lagu dan film-film kesayangan. Di Gramedia Online juga tersedia lagu-lagu dan fim-film yang bisa anda beli. Akan tetapi, ada hal yang perlu diperhatikan. Jika membeli langsung di toko buku Gramedia, anda bisa melihat barangnya secara langsung. Dengan demikian, anda akan terhindar dari barang-barang yang cacat atau dapat buku yang isinya sudah hilang beberapa halaman. Jika membeli buku melalui Gramedia Online, yang anda lihat hanya berupa gambar dan foto barang yang akan dijual. Jadi, kemungkinan anda mendapatkan barang yang kurang layak bisa saja terjadi.
Strategi market yang diterapkan oleh Gramedia Online tidak berbeda jauh dengan strategi yang digunakan di toko buku Gramedia. Anda juga bisa mendapatkan diskon harga untuk pembelian buku-buku. Jadi, baik itu di Gramedia Online atau di toko buku Gramedia, anda akan tetap mendapatkan fasilitas yang sama. Keuntungan yang bisa anda dapatkan jika membeli buku secara online di Gramedia Online, tidak perlu menggunakan pembayaran secara manual. Jika menggunakan kartu kredit atau ATM, anda bisa melakukan transaksi melalui mesin ATM yang tersedia. Untuk lebih mudah lagi, anda bisa menjadi anggota member card dengan perusahaan tertentu yang bekerjasama dengan pihak Gramedia, seperti Hard Rock FM dan Hypermart.

Komputasi Awan
Demi meningkatkan efisiensi bisnis online, Gramedia telah menggunakan komputasi awan sejak tahun 2010 lalu dan menghasilkan pemangkasan pada biaya operasional sebesar 30 persen.
Komputasi awan (cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan / service, sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain. 
Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud. iCloud merupakan suatu tempat penyimpanan online yang dimiliki oleh Apple. Jika sekarang Anda menyimpan semua data Anda pada komputer Anda di rumah, di laptop, ataupun di flash drive Anda maka ke depannya Anda tidak memerlukan semua peralatan tadi. Yang Anda perlukan hanyalah membuat akun penyimpanan di iCloud. Anda dapat mengakses data-data yang tersimpan di akun iCloud Anda dari mana saja, tidak terbatas oleh tempat dan waktu. Tempat penyimpanan sebenarnya tidak akan Anda ketahui sehingga muncul kata “awan” tadi. Jadi intinya Anda menyimpan semua dokumen Anda di awan agar dapat diakses dari mana saja. Dengan adanya iCloud akan memudahkan kita dalam bertukar dokumen, file, kalender dan email antar gadget keluaran Apple. Semua fasilitas pada iCloud adalah gratis selain penyimpan musik. Semoga apa yang saya tulis disini dapat menjawab pertanyaan apa itu iCloud dan memberikan sedikit bocoran terhadap kelebihannya.
Toko Buku Gramedia Online juga melakukan analisis bahwa investasi server pada Cloud hanyalah sepersepuluh dari investasi bagi sebuah dedicated server. Selain tidak perlu menyimpan hardware server sendiri dan menyediakan ruangan bagi server, tenaga TI perusahaan tidak lagi perlu direpotkan dengan proses backup server, pemeliharaan serta monitoring operasional server.
Filemon Soukotta selaku Online Shopping Manager Kompas Gramedia Group mengatakan,"Kami membuktikan bahwa tren komputasi baru di Cloud memang menghasilkan efisiensi besar bagi perusahaan, terutama yang menjalankan bisnisnya secara online seperti kami. Setelah tidak lagi menggunakan on-premise server, kami dapat memangkas sedikitnya 30% biaya operasional karena dapat mengeliminasi biaya perawatan web server dan biaya profesional tenaga TI. Lebih jauh, Cloud Computing dapat dimanfaatkan begitu fleksibel mengikuti pertumbuhan e-commerce di Indonesia."
Dondy Bappedyanto, General Manager PT. Infinys System Indonesia, mitra Microsoft Indonesia yang juga membantu proses peralihan server perusahaan ini ke Cloud  mengatakan bahwa Infrastructure as a Service (IaaS) dipilih untuk memenuhi kebutuhan Toko Buku Gramedia Online karena keleluasaannya dalam mengatur aplikasi-aplikasi yang berjalan dan dapat disesuaikan dengan perkembangan bisnis perusahaan. Cloud Computing pun terus menjadi pilihan bagi alternatif solusi dalam menjawab kebutuhan TI Gramedia.
Hermawan Sutanto selaku Director Central Marketing Organization PT. Microsoft Indonesia menyampaikan,“Toko Buku Gramedia Online merupakan contoh perusahaan yang progresif dan berpikiran jauh ke depan. Keputusan mereka dalam mengadopsi Cloud untuk infrastruktur, akan mengurangi fokus operasional pada infrastruktur sehingga mereka bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis utama.”
Layanan Cloud Computing di segmen Infrastructure-as-a-Service (IaaS) diperkirakan mengalami pertumbuhan pesat mencapai 53,4% selama periode 2010-2014, menyusul efektivitasnya terhadap bisnis perusahaan. Riset terbaru Frost & Sullivan mencatat 65% dari pasar data center di berbagai industri termasuk banking, jasa keuangan, asuransi, manufaktur dan telko/IT menyediakan potensi terbesar bagi layanan Cloud IaaS di Indonesia.
Microsoft Indonesia yang mengatakan bahwa pasar Cloud Indonesia dinilai tengah berada dalam kurva pertumbuhan pesat dimana semakin banyak perusahaan akan menjadikan Cloud sebagai prioritas mereka dalam tahun-tahun mendatang.

3 comments

 
 

WhatsUp / Hp : 085718439607

Template by bisnisbos