Akhir Kisah Promonesia / D4F / MAQ



Akhir Kisah Promonesia / D4F / MAQ - Buat sobat-sobat yang dulu ikut di D4F atau Promonesia atau MAQ sebutan terakhirnya, begini akhir kisah dan kronologisnya :

Loketpreneur mendapat tekanan dari pemerintah (Kepolisian, OJK, APLI dan Deperindag) sebagai berikut :

1) Pada tanggal 23 Juni 2016, Kantor Pelayanan Terpadu mencabut Siup PT. Loket Indonesia Mandiri melalui sebuah surat pernyataan.

2) Pada tanggal 18 Juli 2016, Kuasa hukum Loketnesia, Andry Oktavianes mengirimkan surat balas permohonan klarifikasi Pertama atas apa sebab dan alasannya serta kenapa tidak ada pemberitahuan sebelumnya karna pencabutan ini gak sesuai dengan izin yg sudah diterbitkan

3) Pada tanggal 28 Juli lagi, kuasa hukum Loketnesia, Andru Oktavianes mengirimkan surat balas permohonan klarifikasi Kedua berhubungan hal yg sama.

Karena itu loketpreneur sementara dilarang beroperasi oleh pemerintah, sampai status hukumnya jelas kembali.

Solusi loketpreneur?

1. Refund 100% paket gabung dari GMT
2. Refund PIN POSTING yg ada di pin Balance
3. Refund Saldo Gerai Loketnesia
4. Bonus aktif adalah HAK partisipan atas kerjakeras mereka baik yg sudah di WD maupun belum di WD.


Informasi Terkini

Penyidikan kasus dugaan penipuan investasi Dream for Freedom (D4F) memasuki babak baru. Bos D4F, Fili Muttaqien, harus mempertanggungjawabkan perbuataannya secara hukum. Dia kini ditahan penyidik Bareskrim di Mabes Polri, Jakarta.

Penahanan Fili dibenarkan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim, Brigjen Agung Setya, kemarin (22/10). “Iya benar, tersangka sudah ditahan,” ujarnya. Fili, ucapnya, ditahan usai menjalani pemeriksaan, beberapa hari lalu.

Saat ini, penyidik masih mendalami perkara yang telah merugikan para member yang tersebar di beberapa provinsi itu. Namun, Polri belum mau blak-blakan pascapengambilalihan penyidikan perkara ini dari Polda Sumsel.

Agung menolak berkomentar mengenai materi penyidikan. “Kami masih mendalami kasus ini. Yang jelas tersangka sudah kami amankan,” tandasnya. Sayangnya, kuasa hukum Fili, Andri Oktavianus tidak bisa dihubungi. Informasi ditangkapnya Fili juga didapatkan dari Koordinator Pelapor Indonesia korban D4F, Andhika Tandya.

Ia tahu kabar penangkapan itu karena tiap hari menyambangi Mabes Polri mengawal kasus itu. Dijelaskan Andhika, Fili menjalani pemeriksaan di Mabes Polri selama 2x24 jam, yaitu sejak Selasa (18/10) hingga Rabu (19/10). “Saat diperiksa, dia didampingi pengacaranya Andri Oktavianus. Saya dengar, pas Rabu (19/10) dia langsung ditahan,” lanjutnya.

Menurutnya, saat itu yang diperiksa ada dua. Selain Fili, kata Andhika, ada orang kepercayaan Fili yang bernama Sandi. “Tapi, saya belum tahu secara jelas apakah Sandi juga ditahan atau tidak,” tukasnya.

Ia dan para korban se-Indonesia berharap Fili mendapat hukuman setimpal. Sebab, kata Andhika, korbannya banyak. Dari perwakilan korban saja yang dikoordinirnya, ada 760 orang.

Andhika sendiri mengaku sebenarnya tinggal di Malang, Jawa Timur. Tapi, dia berada di Jakarta sejak 13 Juni lalu, khusus untuk mengawal kasus ini. Termasuk mengkoordinir para korban D4F se-Indonesia. “Kami harap dia dimiskinkan. Aset-asetnya mesti disita semua,” katanya.

Sementara Ht (40), salah satu korban yang sempat mendatangi SPKT Polda Sumsel mengaku belum tahu telah tertangkapnya bos D4F itu. Bahkan, di grup WhatsApp (WA) Palembang Melapor yang berisi 200 korban D4F “adem ayem”.

“Kalau memang benar dia sudah ditangkap, itu tentu kabar bagus,” kata Ht, tadi malam. Sebagai korban, mereka berharap uang yang telah diinvestasikan di D4F, bisa kembali. Ia bersama ke-15 temannya yang memperkuat laporan Em (pelapor) ke SPKT Polda Sumsel, beberapa waktu lalu, total mengalami kerugian Rp. 600 juta. “Dibanding korban lain, uang itu sedikit. Tapi sangat berarti bagi kami,” tandasnya.

Dia meminta pihak kepolisian, kejaksaan hingga pengadilan dapat memantau serta menyita aset berharga dari Fili. Informasi yang beredar sesama anggota D4F, Fili dikenal memiliki banyak aset. “Rumahnya ada di kompleks ternama di Palembang. Mobilnya pun semua jenis sport,” tukasnya.

Di Polda Sumsel, sebenarnya ada satu laporan pengaduan yang masuk ke SPKT. Pelapornya, E (34), warga Plaju yang melaporkan Fili pada 10 Agustus lalu. Laporannya bernomor : LPB/594/VIII/2016/SUMSEL.

Kasus itu ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus). Tak lama kemudian, penyidikannya diambil alih Mabes Polri. Penyidikan semua laporan para korban D4F didampingi langsung para penyidik Mabes Polri.

Pada 25-27 September lalu, lima penyidik Bareskrim datang ke Palembang untuk mem-back up kasus ini. “Polda Sumsel memang selalu koordinasi dengan Mabes Polri terkait kasus D4F ini,” kata Wakil Direktur Reskrimsus Polda Sumsel AKBP Zulkarnain, kemarin (22/10). 

Kedatangan lima penyidik Bareskrim saat itu terkait banyaknya saksi yang harus diperiksa. Jumlahnya mencapai 79 orang. Dari jumlah itu, hanya 30 saksi yang hadir. Mereka merupakan orang yang diduga memiliki peranan dalam D4F. “Bukan pelaku, tapi mereka bisa mengungkap modus D4F,” lanjut Zulkarnain.-  

sumber: http://www.sumeks.co.id/






Related Post

0 comments:

Post a Comment


 
 

WhatsUp / Hp : 085718439607

Template by bisnisbos